Pikiran Random tentang Memberi Kritik: 3 Hal ini Penting Banget untuk Diperhatikan Sebelum Mengritik Orang

Siapa sih yang suka dikritik? Gak ada. Namun, saya sendiri menyadari pentingnya kritik dalam hidup. Kritik yang baik, akan membuat kita terus berusaha untuk jadi lebih baik lagi dan lagi.

Sayangnya, tidak jarang juga orang hanya mengritik, gak memberi apapun selain pedasnya kritikan. Padahal, memberi kritik kepada orang lain itu, jika dilakukan dengan benar, bisa menolong.

Memang, lebih gampang kok kasih tahu kalau seseorang salah. Padahal, kalau memberi tahu kesalahan mereka dan sekaligus memberi masukan, akan jauh lebih baik lagi. Tul gak? Kenapa gak membiasakan diri memberi kritik yang membangun.

Gak hanya sebatas memberi komentar “pedas” saja. Ini perlu dibiasakan.

Tentang Memberi Kritik (yang Membangun) Kepada Orang Lain

cara memberi kritik yang baik pada orang lain

Adakalanya, kita tidak bermaksud untuk mengkritik, namun hanya mengujarkan apa yang terlintas dalam pikiran saat itu. Namun, ucapan kita dianggap berbeda dan kemudian diambil hati oleh yang mendapatkannya. Misalnya saja, seperti yang dialami di Tulisanmu Hanya Curhatan.

Tidak salah kok jika kita mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran kita.

Tapi kita juga harus ingat bahwa setiap orang bisa memiliki penafsiran berbeda. Jangan sampai, apa yang kita sampaikan – yang sebenarnya baik – dianggap menjatuhkan. Bahkan yang paling parah, bisa membuat hubungan yang baik menjadi rusak.

Karenanya, apalagi jika kita memang berniat memberi kritik pada orang lain, kita haruslah memberi kritikan yang membangun. Ini pun ada caranya… gak sembarangan gitu aja lempar komen.

Cara Memberi Kritik yang Membangun untuk Orang Lain

Dalam mengemukakan pendapat, kita harus pintar-pintar melihat beragam sudut pandang. Jangan sampai apa yang niatnya baik, menjadi boomerang dan malah menjadi sumber masalah.

1. Sebelum Mengkritik, Pastikan Dulu, Perlu atau Tidak Kritikan Tersebut

Menurut kita, bisa saja hal itu perlu.

Namun… cobalah untuk diam dulu, baru kemudian berpikir ulang.

pikir ulang sebelum memberi kritik apalagi jika lagi emosi

Pikir ulang, perlu gak sebenarnya memberi kritik itu… pastikan dulu.

Resapi dan pastikan bahwa apa yang akan kita sampaikan itu memang benar-benar perlu disampaikan.

Terkadang ada loh kritik yang tidak perlu disampaikan. Apalagi jika kritikan itu berasal dari sisi “marah“, entah itu ke orang yang akan kita kritik atau bukan.

Melakukan sesuatu dalam kondisi emosional tidaklah bagus, untuk siapapun.

Bisa jadi, karena emosi, kita ingin kritik, padahal sebenarnya bukan. Melainkan hanya kejengkelan atau iri pada orang tersebut.

2. Lihat Sikon…

Perhatikan terlebih dahulu situasi dan kondisi sekitar. Jika memang situasi dan kondisinya memungkinkan, barulah kita ajukan kritikan kita.

Jangan memberi kritik dengan suara lantang di depan banyak orang.

Bukannya didengar, bisa jadi lawan kita menganggap kita sengaja mempermalukan dan berakhir dengan buruk. Carilah situasi yang kondusif untuk menyampaikannya. Tempat yang tertutup sudah pasti lebih baik daripada di tempat umum.

3. Sampaikan dari Hati ke Hati

Menyampaikan kritik itu bukan hal yang mudah. Apalagi sampai memastikan kalau kritik yang kita sampaikan itu didengar dan dipahami dengan baik oleh lawan kita. Karena itu, kita harus menyampaikannya dari hati ke hati.

sampaikan kritikan kita dari hati

Agar gak salah paham, memberi kritik pada orang lain itu perlu dari hati

Samakan level kita dengan level lawan bicara kita.

Jangan merasa superior dalam memberikan kritik ini.

Kalau kita merasa superior, yang ada, lawan kita itu akan defensif dan enggan mendengarkan.

Memberi Kritik itu Bukan Tentang Orangnya!

Ketika kita memberi kritik, kita harus ingat apa yang menjadi pokok bahasan untuk kritik kita itu. Bukan pada orangnya. Apalagi jika sampai membahas masalah fisik lawan kita.

Seringkali, yang terjadi adalah, kita mengritik orang lain atas tindakannya, tapi yang dikejar adalah orangnya.

Apalagi di dunia maya dengan maha benar netizen itu.

Kesalahan dalam satu tindakan, yang akan dicari bukanlah kenapa dia melakukan itu dan memberi saran atas bagaimana seharusnya dia bertindak. Melainkan, siapa sih dia, pendidikannya apa, orang tuanya seperti apa.

Nah… dalam memberi kritik ini, kita harusnya menghindari ini. Menghindari yang namanya person to person. Kenapa? Karena ujung-ujungnya, logika kita akan bias dan kritik yang kita sampaikan akan lebih bersifat “menyerang” bukan lagi membangun.

Randomers ada tips lainnya dalam memberi kritik pada orang lain?

Leave a Reply