Kita Adalah Apa yang Kita….

We are what we allowed others do to us – Grey’s Anatomy

Re-run lagi serial acara ini dan dengar kata-kata Meredith Grey seperti itu tadi ke Wilson, salah satu dokter magang. Wilson ini sebenarnya dokter yang cakap – mampu, namun jarang dilirik oleh dokter utama. Dan Grey salah satunya. Hingga akhirnya Wilson gak tahan dan menyuarakan keberatannya. Tak lama, Grey pun mengatakan itu dan diikuti dengan:

Don’t let anyone do that – don’t let me do that.

Kalau diartikan, kira-kira ucapan pertama Grey itu: Kita adalah apa yang kita ijinkan untuk orang lain lakukan pada kita.

Kalau kita mengijinkan orang lain menginjak-injak kita layaknya serangga gak berarti yang menganggu, ya kita itu serangga.

Makanya, jangan biarkan orang lain melakukan hal seperti itu.

Kita adalah Apa yang Kita….

Ungkapan seperti ini sebenarnya sudah sering dan banyak ragamnya – setidaknya itu yang saya sering dengar. Saya coba tuliskan apa yang saya ingat ya.

1. Kita adalah apa yang kita makan

Ini setidaknya saya dapatkan dari tulisan Ruby di sini. Sudah baca tentang ajang penilain diri dari makanan? Gimana orang menilai kita atas apa yang kita makan.

apa yang kamu makan jadi penilaian

Benarkan kita adalah apa yang kita makan?

Kalau suka milih-milih alias picky eater – kita dianggap sebagai orang yang suka memilih juga dalam berteman, bergaul – apalah. Pokoknya, kita adalah apa yang kita lakukan saat makan. Kalau maunya cuma makan makanan yang mahal, kita dianggap orang yang kaya. Padahal kan bisa aja makan makanan mahal karena dapat voucher.

2. Kita adalah apa yang kita lakukan

Kalau yang ini, saya sebenarnya masih agak toleran. Dalam artian, memang yang biasa kita lakukan (kebiasaan/habit) bisa jadi cerminan tepat akan siapa diri kita sebenarnya.

Kalau sering berantem – biasanya dia itu temperamen – pemarah – emosian.

Kalau sering berbagi tanpa milih-milih, ya biasanya memang orangnya baik. Suka memberi.

Namun… sekali lagi, itu hanya sebagian kecil kan? Bisa saja, apalagi di jaman sosial media sekarang ini, apa yang kita lakukan di sosial media gak sepenuhnya kenyataan. Bisa jadi hanya pencitraan.

3. Kita adalah apa yang kita biarkan orang lain lakukan pada kita

Ini yang tadi disebutkan Grey. Bahwa kalau kita membiarkan orang lain menganggap kita hina, ya kita memang hina. Makanya jangan biarkan ini. Kalau bisa sih, biarkan orang lain menganggap kita itu baik hati, rajin menabung, ramah dan lainnya, pokoknya yang baik-baik aja.

Saya pernah mendengar sebuah nasihat seperti ini:

Kalau kamu biarkan orang lain menginjakmu, kamu tak beda dengan semut. Bahkan semut saja menggigit kalau diinjak, lah kamu?

Makanya dalam serial ini, Grey agak kesal pada Wilson… Inginnya agar Wilson untuk “melawan” alias “menggigit” seperti semut kalau memang itu merugikan dirinya.

Fight for our own life…. 

Akhirnya….

Semua sih akan kembali ke dirimu sendiri. Apakah ingin membiarkan anggapan orang terhadap kita menjadi kenyataan atau tidak. Ingat saja bahwa, selain 3 hal di atas, kita adalah apa yang kita… ini masih banyak lagi rupanya. Dan semua itu ada di tangan kita.

Semua dalam kendali kita. Kan ini hidup kita.

Kalau kita membiarkan semua itu begitu saja…. ya, jangan marah ya kalau ada yang menyakiti kita.

Leave a Reply