Sosok Wanita yang Menginspirasi ini Bernama Anjani Sekar Arum – Penerima SATU Indonesia Awards 2017

Kalau mendengar kata sosok wanita yang menginspirasi, apa yang terlintas dalam benak kalian? Ibu kalian? Kakak perempuan? Atau mungkin Kartini?

Mereka semua memang sosok wanita hebat yang tidak bisa dipungkiri. Setiap Ibu pasti “pahlawan” bagi keluarganya. Nah, bulan lalu, bertempat di Djakarta Theater, saya bertemu satu sosok wanita menginspirasi asal Malang, Jawa Timur.

Adalah Anjani Sekar Arum, wanita berusia 26 tahun ini telah menjadi inspirasi bagi warga sekitarnya dan mungkin lebih luas lagi. Buktinya, beliau didaftarkan oleh “orang tak dikenal” untuk menjadi peserta SATU Indonesia Awards 2017 lalu untuk bidang Kewirausahaan.

Seperti apa sih sosok yang superwoman asli Malang ini? Kemudian, seperti apa juga sebenarnya SATU Indonesia Awards itu? Apakah sudah dimulai untuk periode 2018 ini serta bagaimana cara mendaftarkan peserta SATU Indonesia Awards 2018?

Tentang Anjani Sekar Arum, Sosok Wanita yang Menginspirasi Melalui Batik Bantengan

Anjani Sekar Arum sejak kecil sudah memiliki bakat melukis, warisan dari sang ayah. Kemudian, dia pun memperdalam pengetahuannya dengan mengambil kuliah di jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra – Universitas Negeri Malang.

Sejak tahun 2010, Anjani sudah mulai membatik. Meluapkan kecintaannya pada seni menggunakan selembar kain sebagai kanvasnya. Dengan kecintaannya itu dan keinginan melestarikan batik, Anjani Sekar Arum menciptakan corak batik berbeda dengan motif bantengan.

sosok wanita yang menginspirasi, anjani sekar arum penerima satu indonesia awards 2017 bidang kewirausahaan dengan batik bantengan

Anjani Sekar Arum – Penerima SATU Indonesia Awards 2017 bidang Kewirausahaan, sosok wanita yang menginspirasi

Namun baru pada 2014, Anjadi mendirikan sanggar dan galeri batik Andaka di Kota Batu, Malang.

Di tahun yang sama, dia baru bisa ikut pameran. Kala itu Anjani membawa 54 kain batik dan menyisakan hanya satu lembar saja.

Permasalahan itu Hadir dengan Solusi

Seperti layaknya hidup yang tidak selalu mulus – kadang bisa di atas, bisa juga di bawah, Anjani pun mengalami masalah ketika istri Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, mengajaknya ikut pameran di Praha, Republik Ceko. Dua minggu sebelum pameran, dia hanya memiliki 10 lembar kain.

Mencari pengrajin batik ternyata bukanlah hal mudah, apalagi yang tekun dan hasilnya bagus.

Hal inilah yang mendorongnya untuk membuat sanggarnya sebagai tempat untuk anak-anak belajar membatik. Diawali dengan bertemunya Anjani dengan seorang gadis berusia 9 tahun, Aliya di tahun 2015. Sanggar dan galeri batik Andaka kini setidaknya memiliki 58 anak yang belajar membatik.

sosok wanita yang menginspirasi, anjani sekar arum penerima satu indonesia awards 2017 bidang kewirausahaan dengan batik bantengan

Acara bincang antara juri SATU Indonesia Awards dengan Anjani Sekar Arum – sosok wanita yang menginspirasi

Kini, Anjani bersama anak didiknya bisa menghasilkan rata-rata 45 lembar kain batik per bulan dengan 28 pembatik aktif. Per lembar kain Batik Bantengan dijual di range harga Rp300ribu – Rp750ribu.

Anjani sendiri hanya mengambil 10% dari penjualan untuk membeli bahan kain dan pewarna serta perlengkapan lainnya. Sisanya adalah untuk sang anak yang membuat batiknya.

Niat Baik Pasti Diberi Jalan

Setidaknya itu yang saya rasakan ketika mendengar kisah perjalanan hidup Anjani hingga bisa terus menjalankan misinya melestarikan batik khas kota Malang ini. Bahkan dia bisa mengajak warga sekitarnya, melalui anak-anak mereka untuk mendapatkan uang dari membatik.

Terkadang saya membiarkan anak-anak membuat corak batik mereka sendiri sembari belajar. Dan uniknya, batik yang menurut saya “gagal” justru lebih banyak dicari oleh bule, ujar Anjani dalam salah satu wawancara bersama pers di acara Launching SATU Indonesia Awards 2018 bulan lalu.

Walaupun tidak jarang juga Anjani harus mengeluarkan uang dari gajinya sendiri untuk membiayai sanggar batiknya itu, Anjani terus maju dan berusaha. Ini salah satu inspirasi yang saya dapatkan dari para peserta SATU Indonesia Awards selama ini – seperti mas Hadi yang juga dari Malang.

Namun, usaha Anjani itu tidaklah sia-sia. Karena dia menjadi salah satu wanita yang menginspirasi yang mendapatkan SATU Indonesia Awards 2017 lalu. Atas kemenangannya ini, Astra sebagai penyelenggara memberikan bantuan modal sebesar Rp60juta.

Saya sendiri sampai sekarang masih tidak tahu siapa yang mendaftarkan saya. Jadi, siapapun Anda, saya ucapkan banyak terima kasih.

Itu juga yang dituturkan oleh Anjani saat bincang-bincang di acara itu. Ketika ditanyakan akan dipakai untuk apa uang hadiahnya, Anjani mengatakan untuk merenovasi sanggar batiknya agar makin banyak lagi yang bisa belajar.

Menginspirasi Lewat Tindakan Nyata – Ini yang Dicari Astra Melalui SATU Indonesia Awards 2018

Program SATU Indonesia Awards yang memasuki tahun ke-9 ini merupakan program yang dibuat oleh Astra untuk mencari permata bangsa yang bersinar karena tindakan nyata mereka.

“Pelaksanaan SATU Indonesia Awards merupakan komitmen Astra dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan Indonesia. Kami ingin SATU Indonesia Awards dikenal sebagai program yang dapat memberi harapan dalam memunculkan generasi muda yang potensial, kreatif dan mampu melakukan perubahan,” ujar Chief of Corporate Communications, Social Responsibility and Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas.

Di tahun 2018 ini, SATU Indonesia Awards diharapkan bisa menjaring lebih banyak lagi permata bangsa dari seluruh daerah, baik perorangan maupun kelompok. Kamu bisa mencalonkan diri sendiri ataupun orang di sekitarmu loh. Mencalonkan orang yang menginspirasi dan memberi manfaat pada orang sekitar, seperti Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia.

sosok wanita yang menginspirasi, anjani sekar arum penerima satu indonesia awards 2017 bidang kewirausahaan dengan batik bantengan

Launching SATU Indonesia Awards 2018 di atas Batik Bantengan karya sosok wanita yang menginspirasi asal Malang, Anjani Sekar Arum

Syarat dan Ketentuan Kandidat Penerima SATU Indonesia Awards

Adapun syarat dan ketentuan untuk mengikuti program ini adalah:

  1. Berusia maksimal 35 tahun
  2. Individu ataupun Kelompok (minimal terdiri dari 3 orang)
  3. Kegiatan harus orisinil
  4. Penggiat/kegiatannya telah berlangsung minimal 1 tahun
  5. Belum pernah menerima penghargaan nasional/internasional
  6. Bukan karyawan Group Astra dan Tempo Media Group

Bidang Prestasi yang Dinilai:

Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini, kandidat penerima apresiasi meliputi bidang:

  1. Kesehatan
  2. Pendidikan
  3. Lingkungan
  4. Kewirausahaan
  5. Teknologi

Untuk kelompok, juga diterapkan bidang yang sama.

Pendaftaran calon kandidat SATU Indonesia Awards 2018 kini sudah bisa dilakukan hingga 22 Agustus 2018 nanti.  Daftar langsung saja di:

Menjadi Sosok (Wanita) yang Menginspirasi Itu…

Bukanlah hal mudah. Akan ada rintangan seperti yang dialami Anjani ataupun para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards lainnya. Namun, bukan berarti hal itu mustahil ya.

Setiap masalah dalam hidup, bisa jadi memberi luka ataupun memberi kenangan indah. Tinggal gimana kita menanggapinya aja kan?

Menjadi sosok yang menginspirasi itu bukanlah berarti menjadi sosok yang sempurna, ataupun sosok wanita yang gak galau memikirkan masalah cinta. Namun, seperti Anjani, dia lebih memfokuskan diri pada hal yang berarti. Fokus pada hal yang dicintai dan fokus pada memberi sesuatu pada sekitarnya.

Kalau kamu termasuk sosok yang menginspirasi ataupun menemukan sosok di sekitarmu yang seperti itu, segera aja daftarin mereka ke SATU Indonesia Awards 2018.

Leave a Reply