Ngerandom Tentang Kebahagiaan dalam Hidup

Siapa coba yang gak mau bahagia dalam hidup? Saya sih yakin, semua mau bahagia. Ya, wajar banget itu mah. Saya sendiri pun ingin kok.

Setiap manusia, dalam hidupnya, selalu mencari setidaknya satu hal. Ya, kebahagiaan ini. Namun tidak jarang juga yang tidak berhasil menemukannya.

Sebenarnya alasannya simple saja sih. Karena mereka mencarinya di tempat yang salah.

Mencari Kebahagiaan dalam Hidup itu…

Gak perlu jauh-jauh.

Gak perlu mencari di luar negeri yang serba wow banget. Gak perlu mencari juga di balik kekayaan yang gak akan habis 7 turunan.

Gak kok. Gak perlu itu.

Karena pada dasarnya kebahagiaan dalam hidup itu seperti yang saya tulis di twit #HappinessChat beberapa waktu lalu ini.

Dialog di atas adalah dialog dari sebuah film, eh apa serial ya? Lupa. Namun, yang dikatakan memang benar.

Kebahagiaan itu tergantung pada diri sendiri.

Sayangnya…

Mencari Kebahagiaan di Luar

Banyaknya yang seperti itu. Mencari kebahagiaan di sisi luar dari pribadinya sendiri.

Saya akan bahagia kalau….

Punya banyak uang.

Jadi CEO.

Punya usaha sendiri.

Lalu, ketika kita tidak mendapatkan semua itu… kita berakhir dengan kondisi tidak bahagia dalam hidup kita ini.

Kita akan mulai mempertanyakan. Kenapa hidup kita tidak seperti orang lain?

Kenapa saya gak bisa bahagia seperti mereka?

Apa salah saya? Kenapa… kenapa… kenapa….

Hanya Jika

Itu yang terjadi jika kita menetapkan titik bahagia kita pada sesuatu – benda atau apapun itu.

Seperti misalnya, saya bahagia jika saya punya mobil merk A.

Nah, klausul hanya jika mulai bermain di sini.

Kalau saya punya mobil merk A, maka saya akan bahagia. Namun, kalau saya tidak punya, ya saya gak akan bahagia.

Pikiran kita pun mengolah itu.

Jadi, selama kita tidak memenuhi syarat tersebut, kita tidak akan pernah merasakan bahagia dalam hidup sedikit pun.

Bahkan….

Jika kita menerapkan “hanya jika” sebagai patokan kebahagiaan dalam hidup kita, dan kita berhasil meraihnya, kita pun tidak berhenti.

Misalnya, mobil merk A itu berhasil didapatkan. Jadi seharusnya, saya bahagia.

Namun, kenyataannya tidak.

Karena kondisi ketika saya berhasil mendapatkan mobil merk A, mobil itu sudah tidak dianggap mobil yang wow lagi. Mobil merk Z lah yang terbaik, misalnya.

Pikiran pun mulai kembali mengolah.

Ternyata… bahagia saya belum tercapai. Karena ada kondisi lain yang baru saya ketahui setelah berhasil meraih syarat pertama tadi. Jadi saya tidak bahagia dalam hidup.

Selalu begitu.

Lah, tapi kan itu bagus… Menginginkan sesuatu dalam hidup bisa jadi motivasi bagus dalam bergerak terus.

Memang…

Kita harus terus maju dan bergerak. Bermimpi!

Namun, kita juga harus tanya juga: “sampai kapan siklus itu berhenti?” Pada titik apa? Sama halnya ketika menetapkan SUKSES dalam hidup. Pada kondisi apa?

kebahagiaan dalam hidup

Bahagia itu State of Mind

Kalau boleh dibilang, saya memang merasakan dan sudah mengalaminya juga, bahwa bahagia itu sebenarnya adalah state of mind. Pola pikir kita.

Apakah kita bahagia? Itu ya dimulai dari pikiran kita.

Mau punya Rp1M di rekening tabungan sekalipun, kalau pikiran kita merasa kurang, kita tidak akan pernah merasa bahagia. Akan ada lagi yang dirasa perlu dicari kembali.

Saya sendiri pernah melakukan pencarian kebahagiaan yang berakhir dengan tidak baik dalam hidup saya.

Mencari kebahagiaan dalam hidup dalam banyak bentuk yang bisa diukur.

Itu yang saya lakukan. Namun, tidak mengubah pikiran saya tentang kebahagiaan itu sendiri.

I put my happiness into things I can have in life, thus it’s not making me happy as well.

Di tulisan yang saya cantumkan di atas, ada juga kisah yang pernah saya baca dan itu sangat bagus untuk dibaca dalam rangka mencari kebahagiaan dalam hidup. Monggo dibaca deh kisah seorang pria dan sepatu itu di sana.

Jangan Bingung

Untuk mencari kebahagiaan dalam hidup. Mulai saja dari pikiran kita sendiri sekarang.

Seperti yang dishare oleh akun IG ini, tentang mendapatkan kebahagiaan dalam hidup kita:

Setuju gak sama post ini ataupun post IG yang barusan? Atau kamu punya versi sendiri, apa kebahagiaan dalam hidup versi kamu? Share ya…

Leave a Reply